Arsitek = Tukang Bangunan?

Sekolah 4,5 tahun di universitas negeri ternama di Indonesia, lokasi di Depok, tingkat 3-4 udah sibuk bawa kertas kalkir gulungan, dan gotong maket. Aaaah, lalu habis lulus ditanya sama alm. Mama: “Kamu kan arsitek ya Nin, bisa dong benerin jalan di depan?”

“Mamah ih, Nanin kan yang gambarin, nanti ada tukang yang ngerjain. Jadi ngga bisa!” Mantap banget jawaban saya sampe alm. Mama ngomel karena katanya saya menghindar dari pekerjaan berat. Hahahaha

Long story short, jalan depan rumah kami dilapis conblock demi masih membuka kesempatan air rembes ke tanah lebih cepat dibandingkan permukaan aspal.

Tapi ya, dimana-mana arsitek itu julukan akhirnya ya Tukang Bangunan. Saya baru dengar dua hari yang lalu ketika grup saya yang berisi 7 orang karyawan harus menceritakan “apa sih Arsitek?” ke kelompok anak kelas 3 hingga 6 SD.

“Liat nih, arsitek yang bangun ini!” Sahut teman saya sambil nunjuk ke foto bangunan yang sedang konstruksi.

“Siapa yang bangun Geduuung?” tanya salah satu teman saya yang lalu dijawab langsung oleh anak-anak “Arsitek” sambil tersipu malu.

“Arsitek bisa bangun gedung apa aja, coba sebutkan?” menutup sessi bercerita dengan kuis sederhana. Anak-anak itu polos menjawab: “Rumah, kantor, apartemen, rumah sakit, hotel, restoran, mesjid” … mungkin hanya itu yang nempel di kepala mereka.

Lihat lah di foto ini, saya & Sandi (rekan dari departemen Legal) berfoto menunjukan profesi kami masing-masing. Saya jadi arsitek yang kalem ya bosss 😊

Kemudian, berbekal kaos yang ada jelas tulisan Architect itu, saya regangkan dan nunjuk lalu bertanya ke grup anak-anak: “Adek-adek, apa iniii?” dengan nada semangat ke mereka

Spontan mereka jawab: “KAOOOOSSS!!!”

O em ji …. Hwuahahaha! Saya dan teman-teman ketawa lepas dan memang mereka ngga salah juga sih. Saya aja yang salah nanya.

Tapi, disitulah saya merasa gagal hahahaaa … dan terus mencoba. Rata-rata hanya 1-2 anak per kelompok yang punya cita-cita jadi arsitek. Saya lihat ada juga yang ketika menuliskan nama lalu ia menghias namanya dengan gambar bunga, lantas teman di sebelahnya mengikuti. Hmmm, bisa jadi kamu ikutan jadi arsitek dek… jadilah ini saat saya menularkan virus menjadi Arsitek juga mulia dan siapapun bisa.

Sampai saya yakinkan 4 anak lelaki di salah satu kelompok “Kamu suka main bola, pasti bisa gambaaaarr!” 😁😁😁

AW – 09.12.2018

7 responses to “Arsitek = Tukang Bangunan?”

  1. layangseta Avatar

    Arsitek kan berat. Biaya kuliahnya juga tak sedikit😂

    Like

    1. anindyawardhani Avatar

      Nah itu dia, stereotipe umumnya begitu. Jadi saatnya memuliakan semua profesi hehehe…

      Like

      1. layangseta Avatar

        Arsitek juga terpengaruh oleh kondisi ekonomi suatu negara.

        Like

      2. anindyawardhani Avatar

        Setuju kalau untuk progress pembangunan tapi mereka bisa berkarya dalam hal lain juga 😊

        Like

      3. layangseta Avatar

        Arsitek harus bekerja sama dengan teknik yang lain. Tidak bisa berdiri sendiri.

        Like

  2. pemborong tangerang Avatar

    Semangat terus lulusan muda… teruslah berkarya

    Like

  3. pemborong tangerang Avatar

    Arsitek kerja di balik meja… n di balik layar… tukang bangunan di lapangan

    Like

Leave a reply to layangseta Cancel reply