Experiencing Calton Hill, Edinburgh

Sukamu dukaku… mungkin ini yang paling tepat menggambarkan perasaan saya yang kecapean tingkat dewa sebelum sampe ke Calton Hill.

Bagi yang terbiasa olahraga dan ngga gendut kayak saya, jalan menuju Calton Hill yang dipilih tentunya bukan tantangan besar. Hmmm, buat saya, ini berarti sekali. Ya iya laaaah, udah bulan agustus kemarin lari 5K, habis itu olahraga hampir ngga pernah, kecuali ngabisin waktu di mall jalan kaki. Termasuk olahraga ga itu?

Kembali ke topik! Saya dibawa turun ke arah lembah dulu dari apartemen kami, lalu karena sedang ada aksi damai dari warga kota Skotlandia yang menuntut pembebasan diri, akhirnya langkah kami terhenti dan langsung ada arah baru yang ditunjukan oleh GPS. Karena kami asyik berfoto di dinding yang cantik ini.

Seandainya saja waktu itu saya bilang kalau kaki saya sakit, mungkin sudah ditinggal dan disuruh balik ke apartemen seorang diri 🤣🤣🤣

Kami memotong jalan melewati sebuah gereja dan permukiman, lalu nampak nun juah di atas sebuah monumen, The Nelson Monument. Agak terkejut sih aslinya pas liat ketinggian yang harus dipanjat, tapi saya mau kesana!

Bukannya diajak lewati rute yang lebih nyaman, saya justru diajak menanjaki sebuah jalan. Shortcut memang, cuma tanjakan tajamnya itu bikin jiper di awal hahaha… untungnya ada hand rail yang nempel di bangunan pertama, dan lalu ngga ada lagi sampe atas 😅

Bangunan restoran ini cukup menggambarkan kecuraman jalan kan?

Belum sempurna cobaan keletihannya, begitu jalan mendatar menuju gerbang Calton Hill, saya masih disambut 20 anak tangga sebelum kemudian berbelok ke kanan dan menemukan lebih dari 100 anak tangga untuk dinaiki 🤣🤣🤣 oooh Upi Abu ini dikasih cobaan banyak banget hahaha.

Tiba juga dengan nafas terengal-engal, di pelataran yang pertama. Belok kiri ke Nelson Monument, lalu persis di depan mata saya adalah The Athenian Acropolis yang indah memikat mata.

Ini adalah menara observasi, pas kami kesana sedang tidak buka, jadi ngga tau ini apa isinya.

Begini nih situasi para turis yang naik turun ke Acropolis, bahu membahu, dan kalau tau kenyataannya orang yang paling terakhir itu ngga naik karena ngga dibantuin hihihi

Wuihhhh, model bangunan seperti ini emang kereeen. Rencananya ini mau dibangun kayak rumah, tapi kepentok dana atau tahun politik kao ga salah, sehingga pembangunannya terhenti. Lambat laun jadi monumen aja.

Modal kaki kuat dan semangat, akhirnya saya bisa juga sampai ke bukit tinggi di tengah-tengah Edinburgh! Alhamdulillaaaah…

You’re my sunshine after the rain! Sukses banget Pangeran bikin rasa letih saya hilang. Begitu sampai di bukit ini, angin berhembus semilir, langit biru nan cerah, matahari bersinar jelas sekali di atas, lihat pemandangan kota seindah karya pelukis ternama. Dan ditemani Pangeran yang sabarnya luar biasa, jadi Upik Abu ngga sendirian, My travel buddy… Masya Allah… Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?

AW – 11.11.2018

For what happened in Oct 2018

Leave a comment