
Apa yang ada dalam bayangan kamu pas melihat foto di atas?
Saya sih jatuh cinta.
Bangunan kota lama yang eksotis, orang-orang yang ramah, cuaca dingin meskipun beberapa kali kelabu, dan makanan mudah didapat.
Pertama kalinya saya mengunjungi tempat ini. Malam hari ketika pesawat mau landing, landscape dari atas sangat menarik mata. Ternyata di saat ada cahaya matahari, nuansa perkotaan mulai semakin memperjelas tata kotanya yang rapih dengan kontur naik turun dan masih nampak perbukitan serta laut di seberangnya.
Untuk melihat kota dari atas ada beberapa pilihan favorit, yaitu dari Edinburgh Castle dan Calton Hill tempat wisata yang jadi tujuan wajib para turis.

View dari Castle ke arah bawah kota, lihat garis tipis yang tak beraturan nun jauh di ujung adalah perbukitan khas di Edinburgh.

Di pagi hari, saya sendirian berjalan mengelilingi bangunan istana ini yang ternyata melewati Edinburgh Farmer’s Market yang spesial cuma buka di hari sabtu mulai jam 9 – 14 saja. Senangnya hatikuuu!
Namanya juga Farmer’s market yaaa, barang yang dijual juga ga yang ribet. Kebanyakan isinya makanan dan bahan makanan di tenda-tenda non permanen. Juga ada yang jualan kembang, dalam pot dan lepasan. Beberapa pengunjung membawa anjing piaraan mereka yang terikat tali. Beruntung banget pas saya lewat ini memang pasar baru buka!
Ngelewatin tenda penjual makanan, baunya haruuuum banget. Yeaaay, sempetin deh beli dua hot Pie isi daging buat makan pagi Pangeran & Upik Abu. Rejekiiii…
Setelah beli ini saya berpikir harus segera tiba di apartemen sebelum Pangeran bangun tidur, jadi agak cepat berjalan melintasi Princes Street Garden di area kastil mengikuti arahan GPS. Warna taman kehijauan di tempat ini bikin saya terlena lama menatap kosong jauuuhh ke depan. Indahnya dunia…



Berjalan terus menelusuri jalan setapak lalu pas-pasan dengan dua ekor tupai yang berkejaran. Langsung aja keluarin kamera! Gerakan gesitnya bikin susah mereka dijepret, tapi bikin saya ketawa-tawa bahagia liat mereka lalu lalang menyebrang dan bergerak mengelilingi saya. Hingga agak ke bawah sedikit, saya dengar seorang Bapak memanggil para tupai tadi lalu menebar kacang kulit sedikit demi sedikit.
“Hi, may I join you?” Emang dasar saya iseng pengen nemenin si Orang tua itu membagikan makanan buat Tupai. Ternyata dulunya lebih dari 7 tupai hidup bebas di taman ini, namun karena ada stasiun kereta maka mulai berkurang, banyak yang mati. Si Bapak itu bilang kalo saya beruntung bisa ketemu Fox liar yang kadang jalan bebas di trotoar. Wow menarik!
Si Bapak bercerita tentang kebiasaan dia di taman ini. Lalu dia mengeluarkan iPad mya untuk nunjukin rekomendasi tempat2 yang jarang diliat tapi bagus buat dikunjungi, dan saya dibekali peta Edinburgh. “You can find the map in tourist center or station. Come let me walk with you.” sang Bapak melanjutkan.
“Aaah yes, would love to but thank you so much mister, I have to be in the apartment soon. I left my friend there alone. So, there in the market, I brought him this Pie for our breakfast!” pungkas saya dengan senyuman lebar yang bangga.
“Lucky him! Go, go home early then! Don’t let your boyfriend feels empty! Be at home before he wakes up!” Lhaaaa si Bapak malah lebih inisiatif nyuruh gue pulang cepet, jiahahaha. Baiklah… saya cuma berharap ngga ketemu Fox selama balik nanti hihihi.
Thank you old man, I am flattered with your nuce words, such a compliment. Both of us do.
Alhamdulillah hampir 2 jam keluar apartemen dan Pangeran belum juga bangun 😁
Masih ada kesempatan beberes nyiapin sarapan. Dan dapet nasehat tambahan dari orang yang baru dikenal.
Nah, kamu bagaimana? Banyak sih yang ngga mau terbuka kayak yang saya lakukan. Tapi entah ya, di trip ini setiap saya bengong nungguin teman-teman belanja malah saya dapet teman baru yang seneng diajak ngobrol. Sampai di halte bis York pun dipanggil seorang Nenek karena dia mau curhat ada orang tua yang merokok ngga jauh dari posisi kami berdiri. Hahaha kocak iniiii, nanti di artikel berikutnya ya.
Btw, Pie nya enaaaak 😍
AW – 11.11.2018
For what happened in October
Leave a comment