Bertambah satu lagi benua yang didatangi.

Bucket list traveling sudah penuh, bahkan hampir luber isinya. Namanya juga adaptasi dengan generasi sekarang nih, pasca pandemi genjot teruuuss bagian menghibur diri!
Sebenarnya ngga juga terkekang lama, soalnya sejak dilepas sedikit gembok Pandemi covid, saya sempat pergi ke Singapura bersama teman kuliah. Ngga berapa lama kemudian, pergi mendadak buat nonton Pentatonix. Tanpa rencana, cukup dengan obrolan santai, browsing harga tiket & hotel, eeeh tiba-tiba pergi…! hahaha sungguh random.
Di cerita ini saya sharing pengalaman bikin trip ke Australia.
Berdua teman baik saya, Beng, kami bikin plan trip juga yang mendadak. Awalnya saya punya rencana berkunjung ke Anit di Canberra. Entah saat itu saya sedang khawatir dan ngga pede pergi sendiri, lalu meminta dengan memelas: “temenin dong Beng!”.
Kebetulan, teman baik saya ini super baik. singkatnya kami berdua fix akan pergi ke Australia di pertengahan tahun 2023. Alhamdulillah mulus persiapan, dengan percikan-percikan kecil bikin dagdigdug haha.
Tiket dan Akomodasi
Rencana kamu mau ngapain disana itu penting, apalagi kalau sudah menetapkan tidak ikut agen travel. Kalo saya nyebut ini adalah independent traveler. Bukan backpacker, karena kami berdua bukan tipe yang terburu-buru dan mikir susahnya duluan. Lah iya dong, liburan kudu senang-senang 🙂
Ingat ya pesan tiketnya lebih cepat lebih baik. Supaya harga tidak terlalu melambung tinggi. terlebih lagi harga tiket pesawat luar negeri menggunakan kurs valuta asing. Beli lah selagi kurs rupiah membaik. Kalau ngga bisa, ya sudah asal jangan pas rupiah melemah.
Selain itu, tentukan kalian mau menginap dimana? jika punya tempat bernaung, seperti keluarga atau teman yang bisa ditumpangi, maka akan sangat membuat ongkos hidupmu lebih murah. Banyak juga kok pilihan hotel murah, buat backpacker pun ada. Kalau kemarin kami pesan via Airbnb, dengan tipe apartemen 2 kamar. Harap maklum bro, beda mahram!
impactnya, cost jadi lebih tinggi. Namun tak apa, yang penting kami nyaman dengan pilihan ini. Memilih stay di Apartemen supaya bisa masak, mencuci baju, ruangan lebih luas (ada ruang TV/living room), dan ada parkiran mobil.
Sewa Mobil & Sim Internasional
Kita bertekad untuk roadtrip. Sebuah rencana yang tertunda pada trip tahun 2018 saat ke Eropa. Wuaaaah saya semangat banget, lalu cari info tentang SIM Internasional.
Sama seperti tiket pesawat, untuk rental mobil juga sebaiknya lebih cepat agar harga masih make sense. Kita pikir aman, jadi urus SIM Internasional lebih dahulu, eeeh rupanya selisih min.500 rb deh per hari biaya sewa mobilnya. ini untuk kelas SUV biasa ya. Masih banyak kelas yang lebih tinggi, tentunya harga pun bikin kepala cenat cenut.
SIM nya gimana? tenang dong… sudah punya SIM internasional. Urusnya gampang lho, via online. Seluruh dokumen pun diupload langsung dan kode bayar langsung keluar. Setelah lunas pembayaran 250rb, tinggal pemesan tunggu notif di email untuk ambil buku fisiknya. Ada pilihan kirim juga, salah satunya via kurir instan. Tapi sayangnya pas saya coba tombolnya error mulu…
Pada saat urus, ternyata SIM Indonesia bisa dipakai di Australia saat urus dokumen rental di Australia. Mungkin karena posisi setirnya sama-sama di kanan? Well anyway, ngga salah juga sih bikin SIM Internasional. berlaku 3 tahun, jadi bisa kamu bawa ke negara lain di suatu hari nanti.
Urus Visa, berapa lama?
Ribet ngga? Lamanya? bayarnya berapa? … ini sebagian dari pertanyaan umum untuk per-visa-an.
Bersyukur Australia kini membuka 100% jalur online aplikasi visa. Persiapkan lah semua dokumennya sesuai yang diminta dan urutannya jangan salah. Periksa ulang sebelum submit.
Pembayaran online, saya ditagih sebanyak 2 juta-an. Mode bayar pakai CC, lebih cepat. Kalau dokumen-dokumen lengkap & sesuai, otomatis visa kamu bisa beres dlm waktu yang singkat. Saya kurang dari 8 hari sudah issued visanya. Lalu si Beng agak lambat, 20 hari-an, yang kita coba re-upload data-datanya.
Cek notif di email yah! Seluruh korespondensi dari Kedutaan Australia via email terdaftar. Visa kamu pun bentuknya pdf, dikiirm via email. Baek-baek disimpen ya bruuuh.
Living cost di Australia?
Oke ini bakalan panjang sih, karena saya kan newbie turis di Australia. Kita bahas di part selanjutnya. Namun petunjuk dari saya adalah: Berhemat lah sebelum bepergian ke luar negeri 🙂
AW – 28.10.2023
Leave a comment