Accu basah atau Accu kering? – POV dari User Amatir

Dibilang amatir meski sudah hampir 22 tahun menyetir mobil. Ngga juga profesional karena tujuan menyetir untuk keperluan pribadi:

  • pergi ke tempat kerja
  • belanja ke mall
  • pergi ke tempat hangout
  • nganterin ortu
  • de el el

Sejak kapan tau Accu?

Accu atau biasa disebut ‘Aki’ ini bagian dari kendaraan yang menyimpan energi dan tersambung ke mesin. Dimana nanti si Aki akan mentransfer energinya agar mesin berdaya, menyala dan dapat bergerak. Begitu definisi dari saya ya.

Pertama kali tau Aki dari Bapak, karena saat awal tahun 90an mobil kami Daihatsu Zebra dan Bapak gue sering banget nyebut “cek Air Aki dulu”. Iya, Bapak gue pemakai Aki basah. Aha! ini artinya Aki benda basah dong?

Oh tentu tidak jika dilihat dari luar. Aki hanyalah kotak kecil yang isinya ada sel-sel baterai dan air. Btw, hati-hati dengan jenis air Aki yang termasuk berbahaya, mengandung H2SO4 (Asam Sulfat) yang bisa membuat kulit kita iritasi, bahkan saking korosifnya bisa membuat lubang di kain.

Diperkenalkan ke Aki Kering

Semenjak punya mobil sendiri tahun 2008, gue diperkenalkan dengan jenis Aki kering. Katanya low maintenance, dan malah bisa No Maintenance samsek!

Bener juga sih, kita ngga perlu cek air aki rutin, baik sendiri atau ke bengkel Aki (misalnya: Shop & Drive). Saking ngga pernah cek, sampai-sampai gue ngga tau kalau umur Aki kering ini maksimal 2 tahun di mobil Yaris yaaaa. tepatnya 20 bulan sudah ganti.

Menggunakan Aki kering harus siap was-was kalau sudah 1.5 tahun usia pakainya. Kejadian gue, pas mau pulang dari kantor, tiba-tiba mesin ngga bisa distarter. Shooot, mesin dipancing-pancing ngga naik. Bikin panik, karena kan amatir… Rogoh kocek 1,2 juta (mahal euy).

Dibantuin oleh Supir kantor, kemudian gue auto calling Shop & Drive yang terdekat dari kantor. Bukan promosi ya, cuma kebetulan taunya Shop & Drive yang bisa dipanggil ke rumah dan pelayanannya cepat mulai dari proses sampai ke pemasangan.

Kembali ke Aki Basah

Tahun 2016 gue beli mobil baru. Alhamdulillah, rejeki dan sedikit maksa supaya bisa ajak Bapak jalan-jalan kan ya.

Ndilalah, mobil yang gue pilih ini ternyata pabrikannya pakai aki basah. Dalem hati gue kepikiran “Perlu siap-siap nih kalau mesti ruin ke bengkel cek aki” … ada tambahan kerjaan lah ya 😀

Amazingly, entah akinya bagus atau cara berkendara gue yang Ok (boleh ya agak bangga), gue baru ganti aki di akhir tahun 2018 beli seharga 2 jutaan. Which itu menurut gue cukup lama, lebih dari 2 tahun. Wow!

Gue minta ke petugas bengkel untuk pakai merek aki yang sama sebagai pengganti. Emang kalau di bengkel resmi harganya akan jauh lebih mahal, tapi karena itu juga asli made in Japan.

Accu basah Bertahan 2019 – 2022

Kesimpulan dini gue adalah Aki basah lebih lama durasi pakainya dibanding aki kering. Yang nyebut harus ganti aki pun montir di bengkel resmi, setelah dia cek power Aki saat servis berkala. Gue ngga merasakan mogok di tengah jalan, atau nyalain mesin sampai meraung-raung.

Kemudian, tahun 2022… semasa pandemi mulai berakhir (insya Allah). jika dihitung-hitung, usia Aki saya sudah lebih dari 3 tahun, bahkan saat ditest oleh petugas Bengkel di bulan April 2022 katanya masih bagus. Belum disarankan untuk mengganti unit Aki.

Tanda-tanda Accu Basah Melemah

Karena saat momen penggantian pertama juga ditemukan oleh montir bengket, jadi saya ngga begitu ngeh sampai sekitar dua minggu yang lalu…. ini bulan Juli ya saat tulisan dibuat.

Kebetulan saya ke Bali selama 3 hari dan menyetir Toyota Innova reborn (keluaran Nov 2021). Karena beda banget ‘rasanya’, saya butuh 2 hari untuk beradaptasi. hingga kemudian pulang ke Jakarta.

Saya pikir ‘Rem’ mobil saya kok jadi jauh banget dan ada bunyi saat saya injak pedal rem untuk pindah transmisi! Saking khawatirnya, saya kontak teman yang punya mobil dengan merek yang sama, untuk sekadar berkonsultasi. Kemudian disarankan untuk ‘Transmission Flush’. Keesokan harinya, saya tersadar bahwa proses adaptasi dari Innova ke mobil pribadi saya ini dimulai. Jadi kayak ada reset di tubuh saya untuk membiasakan nyetir mobil milik sendiri. Hadeehhh, kok ya gini amat 😀

Lalu, saya pikir mesinnya bermasalah. Kalau AC dimatiin, lalu injak pedal rem saat menurunkan kecepatan, rasanya mesin mengegasnya endut-endutan. Hmmm… kecurigaan saya langung ke: Transmisi & Mesin.

Hingga pagi tadi…

Mobil saya kebetulan hari Sabtu tidak kemana-mana, dan hari itu hujan turun sejak siang hingga malam. Keesokannya, di Minggu pagi, gue bergegas mau ketemu teman-teman.

Baru juga injak pedal gas, mesin ngga mau menyala, kunci remote ngga berfungsi. Tertulis “No Key Detected”

Waaahhh, ini iya sih remote mobil memang sudah lebih dari 2 tahun belum ganti baterai. Akhirnya gerabak-gerubuk dibantuin ganti baterai.

Voilaaa, berfungsi kembali remote untuk buka & kunci pintu. Giliran mau starter, mesin kayak berat rasanya. Alhamdulillah menyala, daripada mikir yang macem-macem, langsung aja gue bawa ke bengkel.

Selama perjalanan, bedanya kalau pakai Aki kering, saat kondisi sekarat pun tidak bisa mengantarkan daya ke mesin. Sementara Aki basah, akan berjuang hingga titik daya menipis. Namun, saya belajar trik dari tukang Aki & per-jumper-an, kalau Aki basah di”isi” sebentar aja, bisa kok dipakai. Daya bisa dipulihkan sebentar untuk perjalanan pendek.

Nah, itu yang tadi saya lakukan, memanfaatkan waktu. Setelah mau menyala, mobil langsung saya bawa ke bengkel Shop & Drive. Montir langsung cek mobil dengan alat. Lampu di alat warnanya merah (blinking) sebelumnya biru. Udah langsung ketemu sakitnya…. musti ganti Aki.

Kembali ditawarkan untuk Aki kering, tapi saya menolak. Akhirnya bayar 930 ribu rupiah untuk Aki baru merek GS. Sementara Aki lama, yang buatan Jepang, saya tinggalin aja di bengkel. Harga Aki 1.090.000 rupiah, tetapi dihitung tukar tambah jadi berkurang ke 903.000 rupiah saja. Win-win solution buat pelanggan.

POV jenis Aki bagi saya saat ini masih Aki basah yang juara. Tetapi saya sudah pernah kok merasakan manisnya Aki kering, berkendara aman, dan minta gantinya saat mobil sedang parkir lama.

Cari yang baik dan pas di kantong kamu. Harga di bulan ini masih bersahabat 🙂

AW – 24.07.2022

Leave a comment