Pada suatu masa, dahulu pernah bikin iklan offline pakai Mobil Truk yang berjalan. Seru banget!

Ada jamannya dulu beriklan produk pakai mobil truk yang disetirin mengelilingi kota-kota. Saya penah pakai metode ini, semacam Food Truck namun bagian dalamnya saya isi dengan display produk serta merchandise yang dapat dibeli. Truk dijalankan hanya 14 hari aja, keliling ke seluruh bagian kota, dengan tempat akhir ‘ngendon’ nya di parkiran Pondok Indah Mal selama dua hari 🙂
Bagian luarnya didesain dengan jendela kaca besar pada bagian kiri, kanan serta belakang dan dapat dimasuki pengunjung yang beminat melihat-lihat, cukup naik 3 step anak tangga aja. Di bagian belakang pintu kaca bisa dibuka lebar ke atas.
Eksterior diberikan sticker sesuai branding perusahaan, lalu tak lupa menambahkan klakson ala Truk yang bisa dibunyiin sekali-kali untuk menarik perhatian selama di jalan.
Lantai truk bagian dalam dialasi papan dan dilapis penutup lantai berkarpet. Agar lebih rata dan berkesan rapih menyatu dengan desain luar.
Apa yang di-display pada bagian dalam?
Saya menempatkan produk-produknya dan menambah barang-barang merchandise yang dibuat oleh pengrajin disabilitas. Rata-rata mereka duduk di kursi roda dan telaten sekali mengerjakan karya-karya tersebut. Ada banyak contohnya tote bag, taplak kecil, tempat tissue dan sebagainya. Pengrajin ini berada di bawah bimbingan Dinas Sosial provinsi DKI Jakarta.
Mengharukan melihat mereka membuat suvenir yang bagus-bagus. Kitanya juga perlu sabar dan mendampingi mereka. Endingnya sih luar biasa bahagia, rapih dan bagus banget kualitasnya.
Menyenangkan sekali masa-masa ini…
Situasi pandemi Covid-19, promosi seperti ini ngga akan laku. Itulah mengapa dunia online marketing berkembang pesat sekali. Nge-push kita, yang mau ga mau harus kita terima dulu keterbatasan ini, kemudian berpikir dapetin ide-ide segar.
Yuk lah hayuk! Creativity is not only an art. It could be a way out of a problem.
AW – 01.10.2021
Leave a comment