Begini rasanya… Quantic School of Business and Technology

Nungguin datang tanggal 29 September 2021 buat menerima satu berita: Diterima sekolah (lagi) S2 Eksekutif MBA.

Senang, namun beberapa saat kemudian lunglai dan ngga bisa tidur 🙂

Sekitar dua bulan lalu, saya mendaftar untuk menjadi siswa Quantic School of Business and Technology. Iyaaa, saya berniat sekolah lagi. Kali ini berniat untuk nambah gelar S2 secara online di sekolah yang lokasi di Amerika.

Metode sekolahnya seru, semacam kursus dengan menggunakan platform canggih. Calon siswa diminta untuk trial kursus online sesuai dengan subyek kuliah nanti. Yaaa pas kan lagi pandemi, keluar negeri aja masih ribet, jadi saya bersyukur banget jika diterima di Quantic.

Ada sekitar 8 kursus awal yang wajib diambil sebelum akhirnya keluar penentuan apakah kamu:

  1. Diterima dan bayar full tuition fee nya

2. Diterima dan dapet partial scholarship, diskon hampir 50% tuition fee nya

3. Diterima dan dapet full scholarship

Nah, harapan saya adalah FULL Scholarship. Sejak awal mencoba platform dan diinterview oleh tim Quantic, saya sudah berharap akan terima kesempatan yang langka ini. Metode belajar online dan ada interaksi dengan student lain dari seluruh dunia. Bahkan nanti akan dibuat kelompok-kelompok buat ngerjain tugas mingguan.

Kebayang sih bakal seru karena beda zona waktu dan bahasa Inggrisnya full 100%. Sebelumnya saya sudah mengambil S2 di Jakarta, dengan bahasa pengantar Inggris juga. Tetep ya, ada rasa yang kurang kalo belum beneran ambil yang di luar negeri.

Anyway, karena penerimaan belum sesuai harapan maka saya harus buat keputusan sebelum tanggal 19 Oktober. Mana diterima 8 menit jelang jam 11 malem pula kan. Seketika lemes lho saya, dan ga bisa tidur haha.

Lalu saya merespon email Kristina & Quantic Admission Office dengan berat hati menuliskan bahwa enrollment saya batalkan karena berharap ada kesempatan beasiswa secara penuh.

Hufftt… gimana ini cara tidur nyenyak kalau kepala masih mikir pingin sekolah?

AW – 29.09.2021

Leave a comment