Lantunan berirama dari luar pagar yang membuat hati merasa senang.
Terkadang memang didampingi suara bel, tapiiii buru-buru lah kita keluar untuk menghampiri. Nah, di masa pandemi ini perlu ditambah protokol pakai masker dan cuci tangan setelah menerima paket tadi.
Seberapa ribet sih terima paket di masa Pandemi? kalau saya… hal-hal ini yang saya lakukan nih
- Jarang keluar alias minta tolong orang lain yang ambil π … kenapa? karena biasanya datang pas saya lagi ada meeting, secara working from home yaaa… selain itu kadang muncul rasa malas buat keluar kamar pakai jilbab + masker, sementara lagi dasteran atau asik Netflix-an. (plis jangan ditiru, ini khusus momen males aja sih).
- Kalau pas ga ada orang di area depan, saya pakai masker lalu buka pagar dan hanya menjulurkan tangan setelah pintu pagar saya buka. Kurir butuh memfoto, ya udah gak apa-apa kan tangannya aja.
- Sampai di dalam rumah: SEMPROT pakai desinfektan yang sudah disiapkan
- Kalau masih ragu, setelah paket dibuka bisa disemprotkan atau saya bawa ke bak cucian (kitchen sink) untuk dikasih air sabun
- Sedia gunting/pisau/cutter, benda tajam yang bantuin kita bongkar paket yang direkatkan keras pakai selotip besar. Agak nyusahin dan pakai tenaga ya kalo buka pakai selain cutter.
- Label nama yang menempel di kemasan luar paket saya gunting kecil-kecil agar hancur dan menyelamatkan data identitas kita
- Penjual banyak yang mengirim pakai pembungkus kardus dan penuh dengan bubble wrap. Hufft, ini beneran jadi komoditas sampah yang perlu dipikirin cara buangnya. Di masa pandemi, tempat langganan membuang puing belum bisa kasih layanan karena sedang di kampung. Jadi adik saya berinisiatif bikin pengumuman di kertas yang ditempel di pintu pagar: “Sedia kardus bekas, silahkan bel jika membutuhkan. Gratis”
Hmm, ada ga ya metode pas buat kirim paket tanpa menghasilkan sampah yang banyak? Kurang tepat juga kalau harga kemasan membuat harga barang jadi lebih mahal.
Penjual biasanya kasih juga note “jika tidak pesan bubble wrap maka kerusakan saat pengiriman ditanggung pembeli”. Pernyataan ini membuat orang mau menambah bungkusan, jadi makin gedeee kardusnya ye kaaann.
Well, dari pada ngeluh ga jelas, mending pikirin pengemasan yang pas yuk!
AW – 30.07.2021
Leave a comment