Eksponensial Problem

Siapa yang menyangka pandemi Covid membaik? Astaghfirullah, kita maunya begitu namun takdir masih menentukan yang lain.

Masuk lah itu varian Delta yang penularannya lebih cepat. Dalam waktu beberapa hari saja, lonjakan kasus Cocid-19 di Indonesia naik 4X lipat. Sungguh kenaikan eksponensial yang tidak diharapkan. Bayangin aja sampai tembus 130ribu kasus positif… hmppftt, ngeri bos.

Lonjakan kasus ini jadi problem pertama, yang mengakibatkan para tenaga kesehatan kewalahan, kelelahan dan bekerja semakin panjang.

Saya mau cerita gimana pengalaman ini… Alhamdulillah hingga tulisan ini ada, saya tidak menderita Covid-19. Namun, asisten RT dan supir kakaknya Beng yang terdiagnosis positif Covid-19. Selang 5 hari kabar berita orang pertama dan kedua. Ya itu artinya virusnya masih aktif.

Karena masih dalam batas wajar, maka kami berusaha mencarikan info lokasi Isolasi mandiri. Susah banget ternyata, antrian penuh sampai 130an orang (pada saat itu). Dan singkat kata melalui pak Ketua RT difasilitasi mencari rumah kosong untuk isolasi mandiri.

Permasalahan belum berhenti sampai disitu. Giliran berikutnya adalah berkonsultasi ke dokter dan mencari obat. Jenis obat anti virus ternyata sudah semakin langka. Ya patent atau generic, sama-sama sulitnya didapat.

Belum lagi malam itu Kami harus mencari obat lain untuk menurunkam tensi darah. Keluar masuk apotek, lanjut klik-klik aplikasi, masih belum dapat. Lalu kami putuskan pulang saja & beristirahat.

Tak berhenti diaitu, masing-masing mencari dari jalur kontaknya. Salah satu temen bilang: “Nin, lo cari di tokped yg wilayah luar kota deh. Di jakarta udah penuh banget!” … ooowwh saya tak bisa berkata-kata.

Permasalahan yang semakin nertambah pelik, padahal kita maunya berbicara dlm gelombang yang sama. Ternyata masih banyak yang menganbil keuntungan dari situasi pandemi ini.

Satu obat antivirus Covid seharga <200 ribu bisa lho dijual seharga minimal.600 ribu! Masih bilang ngga untung?

Dibalik cerita di atas, ada jiwa yang lelah dan perlu dihibur. Itulah gunanya seseorang di samping kamu, bisa teman atau lainnya.

Cerita ini tak selesai begitu saja. Besoknya menerima kabar saudaranya yang lain yang sdh sepuh terpaksa masuk RS untuk perawatan Covid lanjutan.

Sebelum ini terjadi pun Saya seperti merasa pertanda ini bukan mendadak. Instant saja kami berdua bertemu, dan saat itulah saya merasa bahwa si Beng perlu ditemani, menjadi penyeimbang, penenang dan pengingat. Tak lebih dari itu.

Saya yakin banyak dari pembaca budiman yang juga sedang berjuang sebagai keluarga pasien Covid. Percaya lah, ketekunan dan kesabaran insya Allah membawa hasil. Karena Allah SWT menyukai mereka yang terus berupaya demi mendapat ridho-Nya.

Stay safe & tetap waras yaaaa

AW_03.07.2021

Leave a comment