Telinga Ngga Perlu dibersihkan!

Pesan tadi diberikan ke Saya setelah dokter senior THT memeriksa kondisi telinga saya hari minggu (7/3) lalu. Kok bisa? Yaaa maksud dokternya itu kalau mau bersihkan cukup di liang luarnya aja, jangan sampai dikorek-korek pakai cotton bud ke bagian dalam atau menggunakan alat lain selain dari RS.

Kebetulan telinga saya nyeri sampai sakit menekan kepala, lalu saya putuskan konsultasi ke RS THT Proklamasi di Jakarta Pusat, Tiba disana, sang dokter gercep memeriksa tidak sampai 1 menit, dan berkesimpulan: “Aaah kamu sih ini dikorek-korek!” (wajahku auto bingung)

Melanjutkan percakapannya, lantas telinga saya dibersihkan dengan kapas, karena menurut pak Dokter telinganya sudah bersih. Padahal, 4 jam sebelum saya memutuskan pergi ke RS itu karena di telinga kanan ada gumpalan lunak berwarna hijau yang berhasil diraih pakai cotton bud, selain merasakah pengang di telinga kanan. Gumpalan ini terasa ‘berat’ di dalam telingan saya, dan pikiran pendek saya bilang “Eh, apa ini, jerawat ya?” …. “Bukan!” begitu jawab pak Dokter.

Lalu akhirnya saya pulang ke rumah dengan perasaan agak dongkol, karena dokter tidak mau memberikan obat nyeri. “Kamu beli panadol aja” dengan santai pak dokter ngomong. Sementara, rasa nyeri saya sudah memenuhi isi kepala & mata ngga enak buat membaca or melihat. Kejadian sakit ini bermula dari cotton bud yang saya kasih sedikit Minyak kayu putih saat dipakai untuk membersihkan telinga, kira-kira 10 hari yang lalu. Yaaaa, udah lah lalu pak Dokter bilang “Telinga kamu itu trauma dikorek-korek”, kemudian pak dokter meresepkan Forumen, obat tetes dipakai 3X sehari, @4 tetes selama 4 hari ke depan. “Supaya kotoran kamu lunak dan cepat bersih” begitu ujarnya.

Telinga Jangan Dibersihkan.

Dalam 1,5 hari setelah konsul ke pak dokter THT, berulang kali saya dapat nasihat supaya kita tidak membersihkan telinga. Emang sih, mungkin saya kemarin kebangetan ya mengoreknya. Aaah salah juga sih saya….

Dalam 1.5 hari itu, setelah diteteskan obat malah efeknya telinga makin terasa pengang, dan nyeri seperti ditusuk-tusuk, lalu puncaknya telinga kiri saya juga lalu seperti tertutup dan berkurang pendengarannya. Seketika, hilang kepercayaan saya ke pak Dokter. Salah satu rekan yang saya curhtin, kasih saran periksa segera ke SS Medika, rumah sakit di Salemba, khusus THT, bertemu dengan dr. Susanna.

Senangnya ada dokter yang mau mendengarkan pasien.

Singkat cerita, Bu dokter Susanna langsung meneropong kedua telinga saya dan menemukan bahwa kedua telinga meradang dan sudah infeksi. Kemudian Ia melanjutkan dengan membersihkan gumpalan-gumpalan lunak berwarna hijau di rongga telinga, dan meski masih terasa pusing tetapi telinga saya tidak terlalu berat seperti sebelumnya.

Bu Dokter lalu memberi resep obat tetes dan dua obat minum. Yaaa mau ngga mau, dikasih antibiotik dan penghilang rasa nyeri, supaya saya bisa tidur. Lalu bu dokter kasih satu kejutan buat saya “Lho mba, ini obat tetes hanya bisa satu hari aja. Jangan dipakai lagi yah!” ujar beliau setelah saya kasih tau nama obat tetesnya.

Forumen dari dokter pertama, Otozambon dari dokter kedua

Ehhhh, saya terus melongo, kaget! Kok dokter sebelumnya kasih obat tetes Forumen… hikss sedih tau, karena dua telinga almost budeg, kepala sakit, tidur ngga nyenyak, dan makin sedih kalo di meeting online trus lo kudu denger suara orang-orang dari speaker yang kenceng dan bikin telinga makin sakit. Bu dokter yang baru bertanya ke saya “Mba, saya kasih surat istirahat supaya cepat sembuh. Ngga perlu balik kalo sudah membaik”. Kontan saya jawab “Yaaah bu dokter, pakai surat sakit pun saya pasti masih disuruh kerja, hehehe”.

Lantas bu dokter menyerah, “Ok, kalu gitu boleh kerja tapi dibawa santai aja”. Wahh, bahagianya mendengar saran yang relevan 🙂

Bagi teman-teman yang suka korek kuping, mulai sekarang distop yah. Jika memang tidak bersih, bawa aja ke dokter untuk diperiksa. Cukup bersihkan dengan kapas. Nanti kalau diresepkan obat tetes, ditanya deh ke dokternya agar lebih jelas.

btw, jangan pula beli obat tetes telinga yang sembarangan. Buat saya, sakit di telinga itu banyak risikonya. Coba pikir, emang kalian bisa ngeliat telinganya sendiri?

Sembuh, Alhamdulillah.

Bersyukur banget, cepat sehat karena saya tipe penurut apa kata dokter. Beruntungnya ada 1 hari libur, jadi bisa istirahatkan telinga ini dari meeting online yang berjam-jam setiap harinya.

Semua jadi indah meski lambat waktunya :))

AW – 14032021

Leave a comment