Sudah menjadi ketentuan online bahwa perlu mengatur bagaimana tata cara suatu situs/aplikasi mengumpulkan, menggunakan dan membagikan data-data pribadi usernya untuk keperluan tertentu dan harus dituangkan secara legal, disebut sebagai Privasi Policy. Cari aja di bagian bawah website, atau di setting aplikasi ya biasanya.
Apa sih yang dikategorikan Data Pribadi? Ya mulai dari nama kamu, email, nomor telepon, hingga kebiasaan kamu ekplor di dunia online. Kamu harus menyetujui dahulu term of use dan membaca Privacy Policy untuk memulai gunakan aplikasi tersebut.
Lalu, dibaca ngga? Ngga tuh! di US, pernah ada survey yang hasilnya keluar awal tahun 2020 ternyata sekitar 9% dari total orang dewasa usia >34 tahun yang niat baca privacy policy. Masih lebih besar dibandingkan usia muda antara 18-34 tahun cuma 3% lho yang membaca ketentuan ini (sumber disini). Padahal faktanya 60% dari total pengguna usia dewasa itu takut banget data mereka disalahgunakan.
Teliti sebelum membeli. Frase yang umum disinggung oleh orang Indonesia, supaya kamu ngga terjebak karena sudah terlalu ingin punya yang sama kayak orang lain. Well, ngga apa-apa juga kok, hak setiap manusia yang konsekuensinya kudu tanggung sendiri. Akhir tahun 2020 sempatlah gempar lah warga Whatsapp yang issuenya mau keluarkan ketentuan data yang baru: sharing dengan FB. Lalu direvisi statementnya bahwa ngga ada tuh pertukaran data… (lihat disini)
Saya kasih contoh lain di CLUBHOUSE app, ada yang tau kah apa aja yang diatur? Ok, ini saya ambil beberapa poin:
Clubhouse akan mengumpulkan data pribadi kita mulai sejak sign up account, membuat atau menyebarkan konten, dan saat saling berpesan serta berkomunikasi di aplikasi. Ada 6 data, yaitu:
- Informasi pribadi, yaitu nama, nomor telpon, alamat email, foto, dan username. Clubhouse menggunakannya untuk memverifikasi akun dan supaya lebih aman saat berkomunikasi dengan kita.
- Audio. untuk sementara waktu, Clubhouse merekam seluruh audio di dalam ruangan saat ruangan sedang ‘Live’, dengan tujuan mendukung investigasi apabila terjadi suatu insiden selama ruangan aktif. Apabila tidak ada insiden yang dilaporkan, maka akan dihapus dari server setelah ruangan selesai dipakai. Seluruh audio terenkripsi, dan hanya audio speaker yang ngomong aja terekam. Kalau sedang Mute dan jadi audience member yang pasti muted sih ngga bakal terekam…. so, Inget gaeees pembicaraan kita direkam yes.
- Jaringan dan Koneksi. Clubhouse akan mengakses daftar kontak kita dengan tujuan agar bisa merekomendasikan gabung ke aplikasi dan konten-konten.
- Pemakaian (usage). Informasi berupa tipe percakapan, konten yang kita share, fitur yang digunakan, aksi-aksi kita selama berinteraksi di aplikasi, jam, frekuensi, dan durasi pemakaian.
- Data komunikasi. Clubhouse mencatat apabila ada kontak yang dilakukan kita dengan pihak Clubhouse.
- Data Media Sosial. Clubhouse memiliki laman socmed (IG, FB, Medium, Twitter, Tiktok & Linkedin). Saat user berinteraksi dengan laman-laman tadi maka akan dikumpulkan deh data pribadi kita.
Clubhouse juga akan berinteraksi dengan data aktivitas kita berinternet. Apa aja kah itu?
- Log data. Contoh setiap kamu visit ke website Clubhouse, maka mereka mencatat alamat IP user, tipe browser yang dipakai, pengaturannya, sistem operasi, jam dan tanggal request, bagaimana berinteraksi dengan situs, dan interaksi terhadap notifikasi ponsel atau email.
- Data Cookies. Udah jelas ya ini, hampir semua situs pakai.
- Data Device. Mengumpulkan nama & jenis device, sistem operasi, browser, dsb yang bergantung dengan setting data device setiap orang.
- Data Pemakaian. Selama menggunakan servis Clubhouse, akan dikumpulkan data behavior kita menggunakan aplikasi ini.
- Data lokasi
- Data email diklik atau dibuka
Nah, udah tau kan sekarang gimana data kalian mudah tersebar di dunia online? Salah satunya karena kamu mengijinkan, dan tentu lah ya kita berharap tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan.
Mulai sekarang, baca dahulu sebelum memulai yah.
Cheers,
AW – 19022021
Leave a comment