Belanja Kucing-Kucingan

Background dan Foreground satu irama.

Judul bukan makna sebenarnya, agak maksa bikin judul di minggu pagi yang cerah.

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau lokdon terbatas di DKI JAKARTA resmi digaungkan per hari Jumat, 10 April lalu. Pembatasan bukan cuma sarana prasarana publik, tetapi berkendaraan pribadi pun diatur tata caranya. Wajib memakai masker saat keluar rumah.

Saya ceritain pengalaman saya, keluar rumah setelah belanjaan dua minggu lalu sudah menipis, jadi terpaksa harus ke supermarket.

Berkendara dengan mobil.

Mobil hanya bisa diisi 50% dari kapasitas. Kebetulan mobil saya maksimal 5 tempat duduk, sehingga hanya boleh diisi oleh 3 orang saja. Satu orang di depan, dua lainnya duduk di belakang. PSBB mengajarkan kita toleransi dan rela duduk sendirian di depan.

Beginilah situasi di dalam, foto diambil saat parkir.

Masker Selalu ON

Iya, kamu wajib pakai baik di dalam mobil dan di area luar rumah saat bepergian. Menjaga keamanan dari penyebaran virus, tapi bermasker itu panas euy. AC mobil yang dingin dan kesejukan dalam ruangan supermarket terasa menurun. Kayak sumpek aja badan lo.

Apa karena pakai masker non medis? Ngga juga kok, Saya pernah pakai yang medis pun sama, nafasnya agak berat karena kayaknya area bernafas terbatas hehehe. Mungkin saya aja ya ini…

Diukur Suhu Tubuh.

Meskipun pakai termometer yang biasa, Saya suka terkaget-kaget lihat angka yang disebut pak Satpam. Mulai dari 35,4 sampai 36-an, alhamdulillah normal.

Hand sanitizer dan Sabun Gampang Dicari

Ini nih satu kebiasaan baru yang bagus untuk semua orang. Kebersihan dimulai dari diri sendiri yaaa..

Jangan Parno, virus bisa nempel dimana-mana

Perasaan berbelanja saya berubah saat masa PSBB. Pinginnya cepet selesai, kembali pulang setelah semua barang dapet. Ngga berani lama pegang ini itu, kalau jalan di koridor supermarket, kedua tangan saya arahkan ke belakang. Berusaha ngga bersinggungan dengan orang yang lewat. Tapiii, virus bisa ada dimana-mana, jangan parno berlebihan, cukup waspada dan ingatkan orang lain supaya ikut tertib. Jangan juga jadi terlalu “positif” dan sok kebal sama virus. Wallahualam, kita ga bisa ngeliat partikel virus dengan mata biasa.

Belanja saat toko mulai buka.

Menghindari antrian dan keramaian, Saya milih berbelanja persis di waktu Supermarket buka. Selain itu lokasi supermarket tidak di dalam mall, dan ngga perlu mega-store namun yang penting lengkap. Habiskan waktu maksimal 1 jam sudah termasuk antrian kasir. Nah, supermarket juga udah membatasi jumlah pengunjung, diatur keramaiannya, ada lho yang kasih antrian masuk, biasanya ini kalau sudah kesiangan pergi belanjanya.

Berpakaian sewajarnya

Kenapa? Saya ketemu beragam tipe orang di dalam supermarket. Banyak yang biasa aja, tapi ada yang pakai alat pelindung diri lengkap, sarung tangan, berjaket dan bertudung kepala. Kamu harus bebersih saat pulang ke rumah juga kan, jadi pakaian sewajarnya pun sudah cukup.

Merasa Cukup saat Membeli

“Pembelian gula pasir maksimal 2 kg per orang”, begiti pengumuman di salah satu supermarket. Alhasil, kalau saya pergi bertiga maka bisa dapet 6 Kg dengan antrian yang terpisah-pisah. Bisa diakalin banget ya 😦 Tapi kita juga kudu waras, membeli karena kebutuhan bukan keinginan. Cek juga apakah lemari penyimpanan di rumah itu cukup? Jangan boros meski belanja hanya 1X dalam dua minggu.

Sekian dulu cerita saya, nanti kita sambung lagi. Stay insane yaaaa.

AW – 12.02.2020

Leave a comment