Bagian mana yang paling menyenangkan di liburan kamu?
Coba pikir. Atau jangan-jangan kamu ga pernah challenge diri pas waktu liburan? Karena liburan = bersenang-senang?
Nge-challenge diri juga ada yang menyenangkan kok, pas kita menang dari rasa takut. Iya bener, kamj bisa menang kalo kamu mau.
See, kuncinya satu: MAU!
Di usia ke-41 ini saya kayak lupa beratnya “badan” dan “tua” nya organ tubuh hahaha. Itu karena kepingin coba atraksi yang namanya “Hidden Canyon” di Bali.
Diiming-imingi cerita kalo asik banget liat tebing dan air, suasana alam menggoda dan bagus buat foto. Rupanya… cerita itu manis di depan 😂
Kami bertiga, teman satu SMA, pergi liburan bareng ke Bali persis di awaj Januari 2019. Niatnya memang jalan-jalan santai, jadi sambil berpindah tempat nginap ke Ubud dari Kuta, kami pun mampir ke sini.
Saya, tanpa persiapan dan ekspektasi, berjalan tenang dan percaya diri hingga ke meja pembayaran tour. “Biaya satu orang 40rb, nanti ada guidenya. Itu untuk satu track saja butuh 1 jam” begitu ujar bapak petugas.
Mata saya teralihkan ke TV yang sedang memperlihatkan film singkat “isi” dari trip itu. OMG, saya langsung bengong dooong… “videonya kok ekstrim sih” begitu ucapku dalam hati.
In the end, “I can make it!”
Saya langsung kasih tips aja di bawah ini ya, siapa tau kamu ke hidden canyon, Bali:
- Siapin tenaga! Kalo bisa jangan persis habis makan, bisa2 mual karena ini macam olahraga panjat tebing.
- Bagus buat kamu yang biasa olahraga ekstrim, kayak panjat tebing, atau suka halang rintang di alam.
- Ngga peduli baju yang dipake apa, pastiin fleksibel & enak buat dipakai gerak lompat dan ngga ngeberatin pas lewat air. Beberapa turis bahkan ada yang pakai bikini.
- Barang ga perlu bawa banyak, simpan dalam loker yang dikasih pinjam. Cukup HP, itu pun disimpan dalam tas tour guide.
- Air minum? Bisa dibawa dan disimpan dlm tas tour guide. Tapi percaya ngga, saya baru minum di akhir track-1. Lupa rasanya “haus” karena pingin buru-buru kelar track.
- Perlu alas kaki? Dipakai selama sebelum mulai track dan sesudah garis finish. Kecuali kamu bilang pakai sandal gunung yang keren banget, silahkan aja dipakai, tapi saya prefer telanjang kaki. Ngerasain bebatuan dan dasar sungai yang kadang berpasir dan keras krn ada batu.
- Lompat & pindahkan berat. Kuncinya itu sambil tenang bisa lewati rintangan yang kadang ngga masuk akal… “Ayo pegang tali di atas ini lalu lompat sampai satu kaki menyentuh batu yang itu” kata si guide ke arah batu besar di depan saya yang jaraknya 1,5 meter.
- Baju ngga basah! Aaah lupakan mimpi itu hahaha. Udah pasti kok nyemplung ke sungai karena ada yang ngga bisa dipanjat karena terlalu curam.
- “Sebentar, saya fotoin dulu” Nah ini kalimat ajaib dan ditunggu oleh kita. Gimana ngga, kuasa HP oleh si bapak guide, trus kami pun udah kecapean & aslinya aja sih saya takut hp kecemplung ke dalam air. Jadi, semua foto & video adalah hasil kreativitas si guide. Wajah happy dan kecapean tergambar semua ekspresinya, natural haha.
- Track ke-1 selesai 45 menit. Luar biasa ini mungkin kategorinya agak cepat, didorong keinginan “FINISH STRONG” … dan si guide masih nawarin lanjut ke track ke-2, yang perlu 1-1,5 jam buat nyelesein. Hmm, lain kali ya Pak, saya butuh latihan dulu.
- Bawa baju ganti dan siap antri mandi. Karena hanya ada 1 bilik mandi dan 2 bilik toilet. Sebenernya ada tempat bilas tapi di luar, jadi ngga mungkin buat saya.
- Positif, tenang dan tetap happy. “Ayo mba, bisa, katakan ke diri sendiri BISA, nanti mba pasti berhasil” … and it works!

Voila! Here we are, the three qonqueror ladies! Supporting and waiting for each success. The exercise went too high for a sinusitis patient but it had made me sleep well in the night.
Thank you bli Wayan, the guide, and Cok Putri, the family friend in Bali who recommend this attraction.
Sekarang giliran kamu, berani?
AW – 03/02/2019
Leave a comment