Perusahaan penyedia layanan data mobile yang pernah jaya di masanya, harus tunduk dan mati juga akhirnya.
BOLT menunggak Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi selama 2 tahun ke pemerintah. Namun dengan diputuskan operasi tutup, pemerintah tetap tegas: BOLT harus memenuhi kewajiban bayar hutang!
Keren nih pemerintah tegas keputusannya 👍🏻
Apa yang terjadi dengan BOLT yang saya punya?
Empat tahun yang lalu, di Lippo Kemang Village lantai UG, saya memutuskan membeli modem ini yang sedang booming. Bayar pasca (pakai kartu kredit) sebesar 149ribu perbulan.
Belum sampai setahun, teman kantor naksir karena buat dipakai liat youtube anaknya di rumah (katanya sih). Jadi saya relakan modemnya itu dan berpindah ke Smartfren. Salah satu alasan saya kasih Bolt itu karena memang sinyalnya di kantor dan rumah itu lemah. Mungkin karena posisi duduk saya atau apa juga ga ngerti. Beberapa kali telpon ke CS disebutkan baik-baik saja kekuatan frekuensinya. Ok lah, saya beralih.
Hampir dua tahun lalu, ada penawaran pemilik Bolt lama boleh ambil yang baru tanpa deposit, dengan skema dan jumlah bayar yang sama.
Kala itu pun saya sedang angot-angotan pakai modem smartfren, jadinya tertarik. Lalu sekitar sebulanan kemudian saya mengalami hal yang sama lalu menawarkan ke salah satu grup chat untuk “beralih kepemilikan”. Dapet lagi satu dan alhamdulillah berjalan lancar sampai sekarang.
Dua minggu lalu, keluhan frekuensi lemot pun bermunculan dari pengguna BOLT yang di area Depok. Sementara teman-teman saya ngga merasa ada masalah. Well, Ok…
Dan malam tadi, email ini masuk:

Bye bye BOLT! Kamu memang pernah menghiasi dunia perkepoan online saya, meskipun sebentar.
Menilik ke operasinya layanan data ini, mestinya BOLT bisa survive karena tren penggunaan online berbasis data terus meningkat pesat tiap tahunnya. Kebutuhan pasar seperti dibiarkan saja, tidak ada pembenahan. Mereka tetap menjual tanpa memperbaiki layanan. Haduuuhh
Pelajaran untuk bersama di industri telekomunikasi nih. Perlu bijak dan cerdas saling kerjasama invest di infeastrukturnya. Dulu telkomsel punya modem flash, kemudian Huawei yang lalu menghilang juga. Sekarang Bolt. Entah bagaimana dengan masa depan Smartfren. Semoga engkau bertahan 😁
AW – 29.12.2018
Leave a comment