Rambut mama mau disisirin?

“Rambut mama mau disisirin?” tanyaku, dan mama mengangguk dua kali.

Kala itu mama terkena serangan stroke yang pertama sampai harus menginap sebentar di rumah sakit untuk pemulihan. Dengan mulut ‘pelo’ akibat serangan, ia teringat kalau belum sempat menyisir rambut setelah mandi. Kisah ini tepatnya beberapa hari setelah mama diperbolehkan bergerak dari tempat tidurnya.

Tangannya menengadah terbuka meminta sisir diberikan, padahal tadi kusebut kalau mau disisirkan rambutnya.

Kemudian ia memegang sisir rambut dan mulai dari bagian atas rambut panjangnya dengan perlahan. Ketika hampir di ujung rambut, genggamannya terbuka, sisir itu terlepas. “Eeeh Mah, ini lepas deh. Ini mah” ujarku sambil ku kembalikan ke tangan beliau yang sedang mengulang gerakan menyisir dari atas.

Rupanya kedua kali sudah, sisir sampai di ujung helai rambut panjangnya, sisir lalu terlepas lagi jatuh ke tempat tidur. Namun mama tetap melanjutkan gerakan menyisir, seolah ia menggenggam sisir itu, konsisten perlahan dari atas ke ujung helai tanpa menyadari bahwa sisir itu tiada lagi digenggam.

Menetes airmata saya, tak kuat hati ini, lalu seraya menghela nafas panjang mencoba menghibur mama dengan bilang “Mah, Nanin sisirin aja ya…” saya tau ia mendengarnya dan mengangguk lah mama dengan tetap mengulang gerakan sisiran tadi.

“Nanin tau pasti mama pingin terlihat rapih kan pas kalau ada yang jenguk kaaan… Mama sudah cantik kok” lanjutku sambil menyisir dengan basahnya mata ini serta semakin terbata-bata aku mengucapkannya. Mama mengangguk… tenang Ma…. mama akan selalu cantik dimataku… selalu cantik 😘

~ latepost hari ibu. Mengenang kisah yang terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Cuma bisa mengirim Al-fatihah untuk almarhumah. Bismillah 🙏🏻 … love you Mom in heaven ~

AW – 24.12.17

#rememberme

Leave a comment