
Sehabis menghadiri resepsi teman baik di masa kuliah saya, berdua Beng.
Karena kami berniat menjemput salah satu teman di Museum Nasional, tanpa harus ganti pakaian akhirnya meluncur lah segera.
Lucu ya setelah puluhan tahun tidak menginjakkan kaki di museum ini, ternyata sudah banyak perubahan. Ke arah lebih baik tentunya!
Sambil menunggu acara teman kami selesai, berputar lah kami melihat-lihat isi museum. Koleksi perhiasan emas ada di lantai 3, paling atas, dan kebanyakan diorama ada di lantai dasar. Lantai sisanya berisikan replika mini rumah adat, senjata berperang, baju jaman perang dan batu-batu prasasti.
Karena kami ini siap banget bajunya, a.k.a pulang kondangan, jadilah nyempetin foto dgn latar diorama manusia jaman dahulu kala. Errhhh pas foto sih ga berasa apa-apa karena fokusnya saya pikir ke dua orang di depan, yang pake baju rapih…. tapi setelah beberapa hari kemudian mulai ngerasa janggal, kenapa itu 3 patung di belakang kita ngga pake baju, hahaha!
Kita sering kali ngga nyadar mungkin milih tempat foto yang bikin senyum simpul setelahnya. Atau suasana horor macam di tahun 2007 saya foto di plazanya Musem Fatahillah. Atau minimal masih merasa ngga keganggu sama latar belakang fotonya. Macam saya ini, yang cuma bisa ketawa aja setelah lewat satu bulan berfoto 😁
Cheers,
AW – 20180501
Leave a comment