Maunya ditulis apa, Responnya apa

Berawal dari keasyikan buka akun sosial media, di newsfeed muncul lah update-an teman (yang bener temen-kenal-tahu, temennya temen dan sekaligus teman di dunia maya).

Malam itu saya sedang meringis nahan sakit lidah yang luka dan bikin badan demam. Saya pun milih tidur di tempat tidur sambil jemari ini lihai mengendalikan aplikasi satu dan lainnya di handphone.
Sebelumnya, saya baru saja menulis whatsapp ke teman baik yang isinya “Aku sih yang penting kamu happy”

Pesan ini sedikit berharap cemas untuk dibales dengan pertanyan “sedang apa?” atau “lagi dimana?”, karena energi sedang turun akibat sakit, jadi agak-agak mellow. Apa daya justru kaget melihat update foto yang ada dirinya, sedang tertawa bercanda ceria menikmati sabtu malam.
Seketika mood saya runtuh.

Seumpama ini adalah bongkahan menara mainan dari lego, pingin sekali permainan lego ini segera selesai dan segera dihancurkan, disimpan, tak perlu dimainkan lagi.

Spontan dalam mood yang rendah namun energi memanas, saya hanya bisa salin foto update nya dan mengirim whatsapp dengan pernyataan: “Aku lagi sakit, trus liat ada yang seneng2. Ngga begini juga sih aku ngarepin happynya”
Pecah lah awal masalah di minggu lalu. Si teman baik baru membalas hari berikutnya dengan balik bertanya “Apa aku salah menghabiskan waktu dengan teman-teman?”
Padahal aslinya yang mau saya tuliskan “Aku maunya sih kamu balesin aja pakai kalimat yang bikin hati tenang…” 

Kisah ini berakhir dengan permintaan maaf dari saya yang tidak digubris. Berlanjut dengan bersitegang karena saya diminta melakukan tugasnya sementara di saya sedang ada banyak tugas. Kecewa berlebihan, apalagi di saat tersebut teman saya ini pergi entah kemana dan membiarkan saya menjalankan tugasnya.

Kecewa berlapis-lapis.

Tapi dasarnya sifat lelaki, yang seperti tidak acuh, akhirnya bukan membuat senyuman saya berubah jadi kekesalan mendalam.

Hari ini, saya menarik balik semua perkataan buruk, tindakan kurang baik, serta memori yang kurang menyenangkan. Semua ditarik lalu dipendamkan, untuk ikhlas menerima situasi dan memohon maaf. Usaha-usaha ini bukan hal mudah lho, karena yang namanya belajar ya harus lulus! Cepet lulusnya!!

Leave a comment