Dua tahun berturut-turut masuk nominasi seleksi, meskipun tidak berhasil jadi top 4 namun saya tetap optimis untuk menjadi lebih berarti.
Dimulai dari dua tahun lalu, tanpa persiapan dan tanpa dapat penjelasan detil apa yang harus dimuat dalam presentasi, saya kemudian menggambar di dua lembar A4 bagaimana ‘extramiles’ versi saya. Pertanyaan diajukan oleh juri dari manajemen level senior manajer, dengan kualitas bertanya yang baik dan lugas tanpa beban dapat dijawab.
Saya tak menaruh harapan di tahun tersebut, karena semua berlomba terlihat ‘Best’ untuk apresiasi yang bagus untuk dicantumkan di resume nanti. Sementara saya merasa dipilih jadi nominasi sudah cukup.
Lanjut di tahun ini, dua kali sudah, saya rasa tak bisa kumpulkan semangat tinggi karena lelah fisik namun tetap maju. Salah satu tulisan di socmed saya dijadikan contoh oleh presenter tentang bagaimana itu ‘going extramiles’, di kesempatan itu saya diminta bercerita pengalaman tersebut. Saya antusias bercerita karena ada bagian emosional yang terlibat.
Dan apa yang saya persiapkan untuk presentasi extramiles? Judulnya “Because I am Happy to Work with Anyone in Anywhere”, menampilkan foto postingan bukti pencapaian dan video tentang “if we are in the same shape”, to tweak everyone that execution need us to be well prepared. Values and culture can shape us towards the goals.
Presentasi ini saya buat versi saya karena tidak ada panduan atau minimal poin2 apa yang harus nominee cantumkan. Jadi, presentasi tidak standar, tapi juri punya standar penilaian yang tidak terbuka diumumkan ke semua.
Berbekal hal tadi, saya masuk ke ruangan dan memulai presentasi dengan santai, tanpa beban, dengan mental pemenang. Setelah selesai 10 menit berbicara, saya siap menjawab.
Rupanya, beberapa pertanyaan malah bikin mental saya turun karena kualitas pertanyaan yang menurut saya tak penting ditanyakan. Mau tau?
– Kamu sekarang level berapa, kita perlu tau ini.
– Apa yang membuat kamu resign dari kantor ini?
– Mengapa kamu tidak dapat promosi dari bos kamu?
– Pencapaian yang kamu dapat selama ini sifatnya individual dan untuk diri sendiri.
– Kenapa hanya kamu sendiri dari tim yang masuk nominasi best employee?
If I am not that good, stop selecting me.
Well, I guess I am nothing for them, although…
– Tahun lalu membawa perusahaan mendapat tiga prestasi di level Indonesia, Asia Pacific dan Group global
– Membuat waktu selalu ada dan sepenuh hati bekerja dalam project-project besar yang melibatkan banyak fungsi dalam organisasi, untuk pengalaman nasabah
– Bekerja melebihi kapasitas peran, memimpin tim, membimbing tim dan menjaga keutuhan tim, dan minta bantuan atasan
– Mengajak banyak karyawan untuk lebih peduli dan berinovasi dalam eksekusi agar banyak yang tertarik dan masyarakat lebih senang
– Saya yang berinisiatif tinggi membuat perusahaan sebagai tempat yang menyenangkan dalam bekerja melalui event-event yang fun
Namun saya tetap belum berarti di hadapan mereka. If only I did not take the opportunity, I would be more comfort in reaching my goals.
Better luck next time, if I accepted the opportunity 🙂
Just Love What You Do!
Don’t get bored and burn your furnace of spirit. Keep it alive.
AW – 14.04.17
Leave a comment