Tiga prinsip ini saya catat ketika menonton film “The DUFF”, yang mengisahkan persahabatan anak SMA dalam kelompok-kelompok. Satu hal yang sama dari pola kelompok ini adalah sosok yang disebut Designated Ugly Fat Friend – DUFF. Kalau dalam bahasa Indonesia: Teman yang jelek dan gendut. Uniknya The DUFF bukan hanya cerita tentang romansa masa sekolah, tetapi ada sempalan motivasi. Salah satunya, tiga prinsip itu.
Bagaimana refleksinya dalam performa kita sebagai seorang profesional?
Ketiga prinsip ini kental sekali dengan tujuan kita selama bekerja dan berkehidupan sosial.
Believe – Memulai suatu hubungan perlu kepercayaan. Saya paham betul karena dasar rasa percaya pun jadi satu hal yang saya garis bawahi. Sering saya bertanya ke tim ‘Apakah kalian mempercayai saya? Jika tidak, apa yang menurut kalian harus saya tingkatkan agar kalian lebih percaya?’.
Banyak yang kaget ketika pertanyaan ini saya lontarkan, demi feedback yang baik. Membina hubungan kerja jika kurang percaya maka komunikasi tidak akan mulus dan saling support tidak akan terjadi. So, untuk mencapai tujuan bersama, pastikan Anda dan tim punya rasa percaya dan kepercayaan diri yang setara bahwa bisa meraih tujuan tersebut.
Retrieve – Tarik kembali apa yang jadi pelajaran buatmu, buat itu sebagai pengalaman berharga untuk lebih maju. Tidak ada seseorang yang tidak pernah gagal, dalam apapun.
Kegagalan tidak harus ditakuti, metode test the case baik untuk mengetahui reaksi orang/pihak lain. Karena modal percaya anda sudah ada, sehingga gagal itu menjadi pemikat kesuksesan besar Anda di masa yang akan datang. Jadi, buang gundah Anda, jauhi ketakutan Anda, hindari terjatuh ke lubang kegagalan yang sama.
Achieve – Siapa yang tidak mau diapresiasi? Punya kemampuan dan cetak prestasi. Dari rangkaian keyakinan, berani ambil pelajaran dari kegagalan, maka sukses bisa diraih.
Kelihatannya sederhana dalam teori namun prakteknya sulit. Dan dengan semangat punya prestasi dan dihargai orang banyak, akan lebih mudah dijalani. Asalkan kita berani, fokus, dan eksekusi dengan tepat. Tinggalkan etika kurang baik atau tak sesuai norma budaya. Semakin yakin deh menaiki tangga atau jalan yang menanjak akan lebih ringan.
Cheers,
AW – 12/3/17
Leave a comment