Sehabis baca artikel bagus di HBR edisi september 2014, jadi teringat suatu sore pernah dipanggil ke ruang CEO, diajak berdiskusi. Pembahasan ngalor ngidul dengan saya yang mencoba rileks sambil menyerap issue untuk segera direalisasikan. Yang penting ya itu, adjustment ke strategi, meskipun agak dadakan sih… ^.^
Hingga pada suatu menit, pak bos spontan berkata seperti ini… ‘Anin, I still remember what my previous Boss said to me. Do you want to know?’ lanjut si bapak mengkonfirmasi saya. Hmm, kenapa pertanyaannya begini? apa mungkin karena lihat wajah saya yang sejak tadi seneng banget diajak ngobrol, hihihi… lantas saya jawab dengan mantap “I do Pak, if I may”
Beliau lalu membenahi posisi duduknya dan berkata “I want you to think like a CEO” …sekejap ia menghentikan pembicaraan dan menanti reaksi balik dari saya. Padahal yaaa, saya itu langsung #jlebjlebjleb #gabisanafas #sambilsenyum…. whatta breathtaking question 🙂
Dalam benak saya, pertanyaan tadi keluar karena ada evolusi yang dinamis dalam ritme ekonomi Indonesia beberapa saat kemarin. Faktanya, artikel yang barusan dibaca pun bercerita hal yang sama. Bahwa ada ‘pertanyaan besar’ untuk membawa perubahan pada sebuah perusahaan yang secara global telah berusia ratusan tahun. Metode yang digunakan relatif senada yaitu dengan menggali dari para top leaders perusahaan untuk tahu hambatan dan challenge yang dihadapi ke depan. Dibahas dalam meeting, disimpulkan dan bungkus jadi satu kemasan values yang lebih mengena.
The main ingredients of change, itu judul artikel dari Denise M. Morrison untuk kolom di HBR. Ia dengan lembut menyertakan bahwa dengan menjadikan ‘keberanian’ sebagai salah satu value dan membangun sistem penilaian manajemen akan mendorong karyawan mengambil resiko atas tanggung jawab serta berpikir lebih ambisius terhadap tujuan bersama. Intinya, punya tujuan akhir yang baik.
Lebih dalam lagi, salah satu ungkapan Morrison yang saya bilang mirip dengan pernyataan bos ya ini dia…”You have to live your company’s values as a leader and applaud others when they follow suit”. Wow…Morrison memang CEO Campbell Soup yang smart dan lembut. Dengan memberikan kalimat penutup “Certainly we are still on our journey, but we are less afraid to fail”, entah kenapa sangat bernilai positif menambah rasa percaya diri dan makin bersemangat. Cocok lah yaaaa mengisi pikiran yang lagi acak adul :))))
Daaaaan yang lebih pas lagi temans, memang benar lho, membaca di hari sabtu-minggu itu lebih ‘masuk ke otak’ daripada hari kerja ^_^
*versi saya tentunya*
Happy weekend!
AW 310814
Leave a comment