#storyIwrotetomyearsago
Heboh issue rok mini minggu kedua september’11 di Jakarta, gak tahan juga ingin gue bahas sedikit. karena ada issue yang kelewat, yaitu tipe baju kaftan nan transparan.
Well, here is a thought
Apa ya definisi rok mini? bisa disebutkan, jenis rok yang super pendek, biasanya 10 cm di bawah garis bokong. Mulai dipopulerkan sebagai model sehari-hari sejak tahun 1960-an, di ‘Swinging London’ atau dikenal juga sebagai sebuah perubahan tren fashion anak muda di Inggris, yang muncul pada periode hedonism dan revolusi kultur. Sebelum itu hanyalah kostum olahraga, tenis untuk wanita.
Apabila kita membaca sejarah lagi, jauh sekali pada masa Yunani kuno hingga Romawi, jubah pendek seperti rok dipakai oleh para buruh dan pejuang, kombinasi dengan baju besi di atasnya. Perlahan kemudian, aktris Josephine Baker menggunakan rok mini terbuat dari daun pisang pada saat pementasan Folies Bergere di kota Paris, tahun 1926.
Setelah itu, tren dengan sigap membuat rok mini menjadi hits. karena pada tahun 1960-an, model baju mini kemudian menjadi semacam simbol kebebasan fashion, feminist movement. Perkembangan pesat, hingga kini menjadi satu rekomendasi model pakaian yang populis di kalangan wanita segala usia. Seolah tanpa peduli aurat mereka terlihat, meski ber-rok mini, gerakan para wanita ini sangat fleksibel dan tidak risih.
Ada satu informasi menarik…
Pada tahun 1979, pemerintah Uganda sebuah negara di Afrika Timur, pada saat dipimpin Idi Amin, sempat mengeluarkan peraturan larangan memakai rok mini. Hilang ditelan jaman, sampai kemudian baru-baru ini tahun 2008, pemerintah melalui Menteri Etika dan Integritas –James Nsaba Buturo– kembali mengeluarkan larangan tadi.
Mengapa? karena pemerintah Uganda merasa cemas. rok mini dianggap memacu prostitusi dan menurunkan martabat. Tambahnya lagi, rok mini bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas jika pengemudi teralihkan perhatiannya.
Yaaaaa betul, Uganda memang bermasalah serius dengan urusan prostitusi. sehingga pemerintah perlu bertindak tegas, mengatasi degradasi martabat.
Kembali ke Jakarta….
Pak gubernur mengungkapkan secara sederhana, bahwa rok mini memicu terjadinya pemerkosaan di angkutan umum. benarkah? belum ditelili lebih jauh, lagi pula jika berbicara yang berbasis agama, jelas-jelas mengumbar aurat. Astaghfirullah….
Tetapi mata pak Gubernur luput dari model pakaian Kaftan yang transparan. Lebih panjang dari rok mini, lebih tertutup dari pakaian kebaya, seperti gamis, tetapi bahannya terkadang tipiiiiis. Para muslimah yang memakai model ini biasanya didahului memakai baju kaos panjang hingga mata kaki supaya ‘menghilangkan’ bentuk body yang aduhai. Nyatanya, tidak sedikit yang mengandalkan legging ketat, dan membuat kesan sexy di dalam namun sopan di luar
Kaftan itu sebenarnya pakaian kesultanan dinasti ottoman. Dengan hiasan bordir di bagian leher dan ujung lengan. Kalau sekarang sih sudah trendy sekali, ada kaftan Rusia, Maroko, Afrika barat, hingga ke Batik. Wow penyebaran cepat sekali…
Memang sesuatu banget ya…. alhamdulillah tren-tren baju panjang digemari perempuan indonesia *SyahriniStyle* Ooops maaf terbawa gaya obrolan aneh 😦
Closure, bagaimana kita tahu hubungan antara rok mini (meskipun ngga mini-mini amat) dengan kaftan akan baik-baik saja, hanya waktu yang menjawab. Melalui kesadaran dan kedalaman pemahaman masing-masing saja. Mudah kok, basis panduan tetap syariat agama, tinggal hati kita sendiri yang meyakininya.
So be nice girls, you know world doesn’t always pretty as you think….
paparazzi dimana-mana!
happyhippo – 19092011
Leave a comment