Waktu gajian bisa berbeda-beda, tapi seru ngabisinnya tetap sama. Iya kan?!
Hmm, ngabisinnya kayak apa ya? Mungkin seperti ini: ambil contoh bulan January 2017 aja deh, terima gaji di minggu ke-4 pada hari Rabu. Kegiatannya, bangun pagi cek mobile banking, lihat saldo bertambah seketika mata langsung seger.
Cussss hari rabu pagi: langsung tangan ketak-ketik bayar cicilan kesana kemari, mulai dari mobil, rumah/apartemen, bayar kost, bayar cicilan minumum untuk 3 kartu kredit, cicilan ringan dari bank, bayar langganan TV kabel, lunasin telepon pasca bayar, isi pulsa modem, dan transfer bayar parkir langganan di kantor.
Hari kamis: buka situs belanja online, cari mana yang lagi diskon (mumpung weekend ini imlek), terima update invoice bayar bulanan iTunes, Netflix, software khusus komputer dan transfer katering diet
Hari jumat: Makan siang bareng temen-temen, pilih tempat yang mahalan dikit harga menunya, lanjut mampir di toko sport yang sale, lewat toko handphone lalu iseng beli aksesorisnya, lanjut sambil pulang mampir ke ATM ambil uang untuk satu minggu kedepan.
Hari sabtu: Papa Mama minta diajak jalan-jalan, keluar uang cash untuk makan dan beli-beli keperluan mereka. Malemnya janjian sama pacar, nonton bioskop dan makan malamnya dih dibayarin pacar, tapi pas lihat benda kesukaan si pacar eeeh jadi mampir dan beliin, supaya makin disayang… semoga aja ngga putus yah… dan jadinya kudu ambil uang lagi ke ATM.
Hari minggu: ikutan CFD pagi, hemat bawa air mineral dari rumah, niat beli sarapan dan ketemu temen kongkow di coffee shop yang hits di seputaran jalan Sudirman, lanjut diajak langganan nge-Gym.
Hari senin: pagi cek dompet karena sudah menipis (baik uang fisik maupun saldo di tabungan), akhirnya nentuin pulang pergi pake Gojek aja supaya hemat. Dan pada hari Senin dicek saldo hanya sanggup untuk ‘makan enak’ maksimal 3x, ngga bisa nabung apalagi punya asuransi sampai ketemu siklus gajian berulang… padahal masih harus perpanjang STNK mobil dan motor di bulan yang sama…
Duh!!! seperti itukah kalian?
Pastikan Kamu punya catatan lengkap pengeluaran dan selalu menyisihkan uang untuk ditabung dan berasuransi! Hal jeleknya kalau kamu ngga punya catatan, saluran pengeluaran akan bocor terus, uang keluar kemana-mana, hanya untuk memuaskan hasrat belanja dan pingin terlihat ‘keren’. Akibatnya? semakin konsumtif.
Mulai dengan berani memotong pikiran bahwa ‘keren = beken’ jika keuangan tidak mampu. kalau tidak, yang menumpuk bukan saja hutang melainkan juga ‘panggilan telepon dari debt collector’ karena tak mampu bayar.
Pikirkan dengan berani tapi pakai hati (hmmm ini mungkin yang susah).
- Perlu punya kartu kredit lebih dari satu?
- Perlu ngekos kalo masih bisa tinggal dengan orang tua sampai nanti bisa mandiri?
- Wajib katering diet kalau kita bisa masak sendiri?
- Yakin mau bayar langganan nge-GYM padahal bisa jogging sepulang kantor?
- Apa benar Papa Mama maunya dibeliin barang mahal supaya mereka kelihatan lebih naik kelas?
- Berapa isi tabungan kita? sering diambil?
- Sudah membayar zakat?
- Sudah punya asuransi jiwa untuk mimpi kita dan untuk masa pensiun?
Nah, poin-poin itu hanya beberapa dari buanyaknya hal detil yang menuntut dikeluarkannya uang kamu… Mending mana: bahagia masa kini atau aman sepanjang masa? Pilihan ada ditangan kamu!
AW – 28.01.2017
Leave a comment