Tak terasa hampir lima tahun yang lalu, celupin jari kelingking sebagai bukti partisipasi di pemilu presiden Indonesia. Eh tpi kok saya lupa apakah beliau ini presiden pilihan saya?! *siap-siap dijitak* hahaha beneran kok
Tahun berganti, para menteri terus saja ada yang diganti-ganti, presiden bisa leluasa dinas keluar negeri, penduduk desa masih diprovokasi. Mau kemana perubahan Indonesia? Mau didorong jadi masyarakat apa mereka yang hanya tau ‘hidup dengan pencaharian seadanya’? Mau dibantu dengan prioritas yang bagaimana para masyarakat yang memaksa tanpa mau berusaha? Yaaa Indonesia terlalu beragam isinya. Tapi tak apa, semua hal negatif akan tertutup oleh hal positif… jika ada… meskipun masih ada yang mengganjal 🙂
Saya akui pemilihan umum bulan Juli mendatang sedikit lebih nyentrik. Maklum, manusia semakin banyak, usia kami pun bertambah, otomatis pengetahuan semakin luas. Dulu masa sekolah menampik mikirin Indonesia. Saat ini, di kala sudah kerja, malah kepikiran : Mau seberapa hebat Indonesia di mata dunia?
hahaha! semua yang saya lontarkan tipenya pertanyaan. Belum ada jawaban, namun saya mengutarakan keinginan dan harapan. seperti semua orang Indonesia, generasi yang tidak muda lagi, dan profesional yang butuh support dari pemerintahnya sendiri. Tolong lah para pemimpin memposisikan logika dan hati yang seimbang. Tidak mudah jika melihat sebelum acara pemilihan dimulai, para pendukungna sudah adu jotos di social media dan situs berita. Apa ngga kasihan lihat pembaca berita ngomongin itu-itu aja di televisi? Apa ngga malu lihat anggota legislatif yang baru saja terpilih saling menyindir di depan publik?
Apa tidak punya pikiran bahwa kita ini -maaf, hanya saya kayaknya- sudah capek kerja di kantor, dengar suara HP tutat titut saling komen di whatsapp, buka fesbuk juga sama, twitter untuk cuma selewat saja, youtube penuh pesan sponsor, situs jualan online malah banyak banner promo calon presiden. Kita, para pekerja seperti saya, cukup memilih untuk cek sendiri, analisis sendiri, memilih sendiri tanpa diminta orang lain. Caranya gimana? ya itu, baca koran, liat berita di tv, browsing di internet, sambil ngobrol dengan teman, gak sengaja liat reklame besar di jalan, dan ya banyak lagi… kuncinya seimbang.
Semoga pra kampanye yang adu jotos di tulisan, bisa lebih bijasaksana memainkan kata.
Yang tertulis bisa beda ditafsirkan.
Selamat berpikir temans!
aw – 310514
Leave a comment